Dewan Penggalang

Dewan Penggalang

Sabtu, 04 Februari 2012

PEMBARUAN SKU

Syarat kecakapan umum (SKU) untuk tingkat siaga dan penggalang mengalami perubahan. Perubahan terjadi pada beberapa poin yang terdapat di buku SKU. Diantaranya penambahan poin tentang teknologi dan penghijauan. Juga perubahan nomor untuk poin keagamaan yang dulu selalu berada di akhir syarat untuk semua tingkatan, kini poin keagamaan berada lebih depan, tepatnya di nomor 4 disetiap tingkat SKU penggalang.

Hingga kini SKU baru tersebut sedang dalam tahap sosialisasi.

Berikut poin-poin yang terdapat pada SKU PENGGALANG yang baru.


SKU PENGGALANG
PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  • Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  • Menepati Dasadarma

DASA DARMA PRAMUKA
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin trampil dan gembira.
7. Hemat cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan




PENGGALANG RAMU

1. Selalu taat menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
2. Dapat mengetahui dan menjelaskan hari - hari besar agamanya
3. Dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya.
4. Islam

  • Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya
  • Dapat melakukan sholat berjamaah
  • Dapat menghafal 5 macam doa harian dan 5 macam surat - surat pendek.
   Katholik
  • Dapat berdoa Rosario, dan tahu artinya
  • Telah mengikuti Misa Kudus dan menjadi putera altar dan dapat menghias altar
  • Dapat menyanyikan tiga macam lagu Gerejani
   Protestan
  • Dapat menyanyikan beberapa nyanyian Gereja
  • Dapat menceritakan dua macam hikayat dari Alkitab
  • Dapat melakukan doa sederhana pada kesempatan tertentu
  • Dapat menyebutkan hari-hari Raya Kristiani.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan mengerti arti dari bait masing-masing mantram puja Tri Sandhya dan melaksanakannya/praktik dalam kehidupan sehari-hari
  • Dapat menyebutkan nama-nama para Maha Rsi penerima Wahyu
  • Dapat menyebutkan nama-nama pura dalam cakupan Sad Kahyangan
  • Dapat menyebutkan tokoh-tokoh dalam epos cerita Mahabharata dan Ramayana
  • Dapat menguraikan arti dan makna kata Tatwamsi
  • Dapat menguraikan dan menjelaskan fase kehidupan dalam ajaran Catur Asrama
  • Dapat mempraktikkan satu gerakan Yoga Asanas.
   Buddha
  • Dapat menjelaskan arti/makna simbol yang terdapat di Altar Buddha
  • Dapat menyanyikan lagu Pancasila Buddhis
  • Dapat melakukan dana paramita
5. Dapat menjelaskan tentang Emosi
6. Dapat menyampaikan pendapat dengan baik dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Dapat mengetahui dan menjelaskan manfaat dari penghijauan
8. Dapat mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak.
9. Ikut serta dalam kegiatan Perkemahan Penggalang sedikitnya 2 hari, sesuai dengan standar perkemahan
10. Dapat menyebutkan tanda- tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya
11. Mengetahui nama Ketua RT hingga Lurah atau setingkatnya di tempat tinggalnya.
12. Dapat mengetahui dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan berturut-turut
14. Tahu tentang Salam Pramuka, Motto dan tahu arti Lambang Gerakan Pramuka.
15. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih
16. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih
17. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI
18. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
19. Telah menabung secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari usahanya sendiri
20. Dapat menyebutkan dan menjelaskan manfaat sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern
21. Mengenal dan memilah sampah
22. Dapat menjelaskan teknik penjernihan air
23. Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat
24. Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar
25. Mengenal macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore
26. Selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya
27. Dapat baris-berbaris
28. Dapat menjelaskan Sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang olah raga, salah satunya: olah raga Renang
29. Mengetahui adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
30. Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit



PENGGALANG RAKIT

1. Selalu taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengingatkan orang lain untuk beribadah
2. Telah mengikuti acara-acara keagamaan sesuai dengan agamanya.
3. Dapat menjelaskan salah satu contoh bentuk toleransi antar umat beragama...
4. Islam

  • Dapat menghafal dan menyebutkan 8 macam doa harian dan 8 macam surat-surat pendek
  • Dapat menceriterakan sejarah Nabi Muhammad SAW
  • Selalu melaksanakan Shalat Jumat.
   Katholik
  • Mengetahui siapa Kristus
  • Dapat berdoa dengan kata-katanya sendiri
  • Dapat menyanyikan lagu-lagu Gerejani
   Protestan
  • Mengetahui makna doa
  • Dapat menguraikan beberapa nyanyian Gerejani yang dikenal
  • Mengetahui pembagian Alkitab
  • Dapat menguraikan secara singkat isi dari dua buku di dalam Perjanjian Baru.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait Puja Tri Sandya serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-harii
  • Dapat berperan aktif dalam setiap upacara/pelaksanaan Panca Yadnya di masyarakat
  • Dapat menyebutkan dan memahami ajaran Catur Paramita
  • Dapat memahami dan mempraktikan ajaran Tatwamsi seperti menerapkan sikap kasih sayang dalam kehidupan nyata, menolong mahluk yang lemah, membantu yang terkena musibah, melestarikan suaka marga satwa dan menjaga lingkungan
  • Mempraktikan sikap hidup suka beramal/ berdana punia
  • Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita
  • Dapat mempraktikkan minimal tiga gerakan Yoga Asanas
  • Dapat menarikan salah satu bentuk tarian sakral keagamaan Hindu (misalnya: Tari Baris, Tari Rejang, Tari Wayang Orang dan lain-lain.
   Buddha
  • Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
  • Dapat menyebutkan hari-hari raya Agama Buddh
  • Dapat melakukan sikap meditasi
  • Dapat menyanyikan lagu Aku Berlindung
  • Dapat melakukan dana paramita
5. Dapat mengendalikan emosi diri sendiri
6. Menghargai pendapat orang lain dalam pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Melakukan kegiatan penghijauan di lingkungannya atau didaerah lainnya
8. Dapat menjelaskan tentang hak perlindungan anak.
9. Ikut serta dalam kegiatan Lomba Tingkat dan lomba-lomba Pramuka Penggalang, di gugusdepan dan kwartir.
10. Dapat menggunakan tanda pengenal Gerakan Pramuka dengan benar.
11. Dapat membuat struktur pemerintahan dari tingkat kelurahan/setingkatnya hingga RT di tempat tinggalnya.
12. Telah mengamalkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 10 kali latihan berturut-turut
14. Dapat melakukan Salam Pramuka secara tepat dan benar.
15. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera Sang Merah Putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan
16. Dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya bait ke-1 dan bait ke-2 serta dapat memimpin lagu Indonesia Raya didepan pasukannya dengan benar dan dapat menyanyikan 3 lagu wajib serta 2 macam lagu daerah tempat tinggalnya serta 2 macam lagu daerah lainnya
17. Dapat menjelaskan tentang lambang Negara RI, kepada teman di regunya
18. Dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
19. Telah memiliki buku tabungan dan aktif menabung dan setia membayar uang iuran regunya dari hasil pendapatannya sendiri yang diperoleh dari usahanya sendiri
20. Dapat mengoperasikan dan merawat salah satu teknologi informasi
21. Dapat mengolah sampah
22. Dapat melakukan proses penjernihan air
23. Dapat membuat beberapa jenis pioneering, seperti:
  • rak piring
  • meja makan
  • tiang jemuran
  • menara kaki tiga
24. Dapat menggunakan kompas dan membuat peta pita, manaksir kecepatan arus dan kedalaman
25. Dapat membuat dan menerjemahkan sandi, menerima berita dengan menggunakan bahasa morse dan semaphore
26. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
27. Dapat memimpin regunya untuk baris berbaris
28. Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3 jenis cabang olah raga serta tahu permainannya; salah satunya olah raga renang.
29. Dapat menjelaskan adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh
30. Selalu melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 45 menit

PENGGALANG TERAP

1. Selalu taat menjalankan ibadah sesuai agamanya dan mengajak orang lain untuk beribadah
2. Berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan baik dalam Gerakan Pramuka maupun di masyarakat
3. Dapat mengajak teman/orang lain untuk berperilaku toleran antar umat beragama
4. Islam

  • Dapat bertindak sebagai Imam dalam sholat berjamaah di perkemahan
  • Dapat menghafal 10 macam doa harian dan hafal 10 macam surat pendek
  • Dapat memimpin doa.
  • Selalu melaksanakan Shalat berjamaah di Masjid
   Katholik
  • Tahu arti Misa Kudus, dan bagian-bagiannya yang penting
  • Tahu alat-alat Misa dan warna-warna Liturgi
  • Tahu hierarki Gereja
   Protestan
  • Dapat memimpin beberapa nyanyian Gerejani dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
  • Dapat memimpin doa dalam pertemuan-pertemuan Penggalang
  • Dapat menjelaskan Hukum Kasih (Lukas 10 : 27 dan Matius 22 : 37-40)
  • Dapat Menjelaskan tentang dua belas pengakuan Iman Rasuli.
   Hindu
  • Dapat melafalkan dan memahami arti bait-bait dalam matram Puja Tri Sandya serta dapat dan mampu memimpin pelaksanaan persembahyangan
  • Dapat menyebutkan bagian-bagian kepemimpinan Hindu dalam Asta Brata
  • Dapat memahami serta menerapkan Ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari hari
  • Dapat menjelaskan pengertian dan konsep ajaran Rwa Bhineda
  • Dapat menguraikan dan memahami kaitan ajaran Catur asrama dan catur Purusa Artha
  • Dapat mempraktikkan minimal lima gerakan Yoga Asanas
  • Dapat menarikan lebih dari satu bentuk tarian sakral keagamaan Hind
  • Dapat melafalkan dan mengkidungkan salah satu bentuk Dharma Gita.
   Buddha
  • Dapat melakukan kebaktian baik perorangan maupun bersama-sama
  • Dapat melakukan meditasi
  • Dapat menyanyikan lagu Malam Suci Waisak
  • Dapat menyebutkan tempat-tempat suci Agama Buddha
  • Dapat menceritakan silsilah keluarga Pangeran Sidharta Gotama
5. Dapat mengendalikan emosi teman sebayanya
6. Dapat memimpin pertemuan Pasukan Penggalang.
7. Telah mengajak teman sebaya /regunya untuk melakukan kegiatan penghijauan dan memelihara di lingkungannya atau di daerah lain
8. Dapat mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang hak perlindungan anak.
9. Telah Ikut serta dalam kegiatan Jambore atau sejenisnya.
10. Dapat menjelaskan tanda- tanda pengenal Gerakan pramuka.
11. Dapat menjelaskan tugas dan fungsi seorang Kepala Desa/Lurah, Camat, Bupati/Walikota.
12. Dapat mengajak anggota regu dan pasukannya untuk senantiasa mengamalkan kode kehormatan Pramuka Penggalang
13. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 12 kali latihan berturut-turut
14. Dapat menjelaskan dan cara menggunakan Salam Pramuka.
15. Dapat mengibarkan dan menurunkan bendera sang merah putih pada upacara hari-hari besar nasional atau sejenisnya
16. Dapat memimpin lagu Indonesia Raya di depan orang lain pada suatu upacara, dapat menyanyikan 4 judul lagu wajib dan 3 judul lagu daerah tempat tingalnya serta 3 macam lagu daerah lainnya
17. Dapat menjelaskan Lambang Negara RI di depan pasukan atau teman sebayanya
18. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pertemuan resmi.
19. Dapat menjelaskan manfaat menabung dan membayar uang iuran kepada anggota regunya/pasukan serta mengajak untuk melakukan gemar menabung
20. Dapat mengajarkan penggunaan teknologi informasi sedikitnya 2 jenis kepada teman sebaya.
21. Ikut mensosialisasikan cara pengolahan sampah.
22. Dapat mensosialisaikan cara penjernihan air
23. Dapat membuat pioneering::
  • Jembatan sederhana
  • Menara pandang sederhana
24. Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan, menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar, kecepatan dan kedalaman
25. Dapat menerima dan mengirim berita dengan menggunakan bendera morse dan semaphore serta dapat membuat sandi hasil kreasi pribadi lengkap dengan kuncinya
26. Selalu berpakaian rapi di setiap saat dan menjadi contoh bagi teman-temannya untuk memelihara kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungannya
27. Dapat memimpin dan melatih baris berbaris di pasukannya
28. Dapat melaksanakan olahraga beregu dan melakukan 3 jenis cabang olah raga serta tahu aturan permainannya; salah satunya olah raga renang
29. Dapat mengatasi adanya perubahan perkembangan fisik tubuh
30. Dapat menjelaskan manfaat dan melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 45 menit

RAGAM BUDAYA


Oleh: Kak Zeze
Mojang Jajaka Kab. Kuningan 2008

ALIMPAIDO PRAMUKA

Egrang, Perepet Jengkol, Bakiak, Congklak, Kelom Batok, Rorodaan, Engklek, Sorodot Gaplok, Gatrik, Gasing, Bedil Jepret dan Sumpil. Hmm Siapa yang tidak mengenal jenis permainan tradisional rakyat dari Jawa Barat ini? Ya...pasti semuanya pernah mengalami dan merasakan permainan tersebut sewaktu kecil dulu. Nah yang menjadi pertanyaan kita, apa kabarnya permainan tersebut dizaman sekarang ini? Masihkah digemari oleh anak-anak atau mereka sudah lupa dengan budayanya sendiri, barangkali juga kita tidak pernah memperkenalkan permainan-permainan tersebut kepada anak-anak?

S
ulit dipungkiri dan diingkari seiring perkembangan zaman, permainan tradisional yang menjadi warisan budaya itu kian luntur dan mulai dilupakan karena tergantikan oleh permainan modern digital yang terlihat lebih canggih dan menantang, hal ini telah berdampak besar bagi kelangsungan hidup anak-anak kita bahkan secara tidak sadar telah merenggut hak anak-anak Indonesia untuk mendapatkan dan mengenali kearifan budaya lokalnya sendiri. Sebagai anggota pramuka yang ada di daerah Jawa barat  kita patut bersyukur karena Jawa Barat dikaruniai kekayaan budaya yang sangat melimpah, salah satunya adalah permainan tradisional rakyat atau lebih dikenal dengan nama kaulinan barudak lembur yang berkembang pada masyarakat, di Jawa Barat sendiri terdapat kurang lebih 200 jenis permainan tradisional rakyat atau kaulinan barudak lembur yang berada hampir disetiap kabupaten/kota. Hal ini merupakan sebuah potensi dan manivestasi bagi pengembangan wisata budaya, khususnya yang berkaitan dengan permainan tradional (traditional games).
ALIMPAIDO PRAMUKA
Pernah mendengar kata ALIMPAIDO? Ya... Alimpaido merupakan suatu perlombaan tentang permainan tradisional khas Jawa Barat. Nama Alimpaido sendiri diambil dari bahasa Sunda yaitu "Alim" dan "Paido" yang artinya tidak mau saling menyalahkan. Permainan tradisional ini sudah ada sejak jaman dahulu dan saat ini sudah mulai hilang dan hampir tidak pernah dimainkan dan dilombakan lagi oleh kita, padahal sejatinya permainan ini merupakan salah satu aset budaya dan manivestasi bagi pengembangan dan pelestarian budaya di Indonesia. Dan tentunya sebagai anggota gerakan pramuka kita wajib untuk memelihara dan melestarikan permainan tradisional rakyat ini agar tidak luntur dan hilang ditelan waktu.
Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pengembangan bakat, minat dan pembentukan karakter terus melakukan banyak perubahan ke arah positif yang dapat memacu dan meningkatkan kualitas serta kemampuan anggotanya. Salah satu kegiatan tersebut adalah Alimpaido yang dilaksanakan pada saat perkemahan pramuka, outbond maupun kegiatan-kegiatan pramuka yang lainnya. Alimpaido dalam kegiatan kepramukaan dapat memberikan dampak yang postif bagi pengembangan dan pembentukan watak anggotanya, karena didalam kegiatan permainan tradisional ini sarat dengan nilai-nilai filosofi dan ajaran hidup. Kalau kita amati permainan modern yang ada saat ini lebih bersifat individualis, bahkan yang lebih memperihatinkan dampaknya adalah dapat menjauhkan mereka dari kegiatan sosialnya. Boleh dilihat bagaimana seorang anak yang asyik sendirian dengan game online di depan Komputer atau Play Station (PS) hingga lupa waktu berjam-jam.  
Berbeda dengan permainan tradisional seperti Perepet Jengkol yang mana permainan ini merupakan salah satu permainan rakyat yang dikenal dibumi priangan sejak jaman dahulu sampai dengan sekarang, hampir tidak ada perangkat permainan yang digunakan tetapi untuk memainkannya dibutuhkan sedikitnya 3 orang pemain, sehingga dalam permainan ini membutuhkan ketangkasan, keterampilan tim dan juga kerjasama antar pemain dalam satu regu. Atau mungkin permainan Egrang, yang dalam istilah lainnya adalah Jajangkungan, Engrang, Tolegar atau Patikleuk. Permainan ini menggunakan perangkat yang terbuat dari dua buah batang bambu dengan panjang sedikitnya 2 meter, dimana dibagian bawahnya ada injakan yang tingginya 40 cm dari permukaan tanah, untuk memainkannnya dibutuhkan sedikit keterampilan terutama dalam hal mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh, para pemain diharuskan berlomba mencapai garis finish secepatnya tanpa terjatuh, pemenang adalah pemain tercepat yang mencapai garis finish yang ditentukan. Nah sudah barang tentu hal ini sangat bagus dalam proses pembentukan watak anggota pramuka yang dinamis, kreatif dan tangkas. Selain itu, permainan tradisional ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk berolah raga, ternyata Permainan tradisional terbukti menyehatkan karena membuat anak-anak berkeringat dan dapat juga mengasah otak kanan dan kiri anak-anak untuk lebih aktif sehingga lebih mencerdaskan. Selain itu banyak filosofi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak terbiasa hidup sebagai ksatria, pantang menyerah dan kerja keras dalam mencapai kemenangan dan keberhasilan dalam setiap permainannya.
Kegiatan Alimpaido sendiri di Jawa Barat sudah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat secara berkesinambungan selama 3 tahun belakangan ini dengan diadakanya Festival Kaulina Urang Lembur, dalam kegiatan Pramuka kegiatan lomba-lomba permainan tradisional seperti ini sudah jauh dilaksanakan sebelumnya, kita dapat melihat kegiatan lomba permainan tradisional tersebut pada event-event seperti perkemahan dari mulai tingkat siaga, penggalang sampai ke penegak.
Kita percaya, bahwa permainan yang kaya akan falsafah hidup ini tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kita sebagai anggota gerakan pramuka mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melestarikannya dengan terus dimainkan oleh anak-anak generasi saat ini. Boleh jadi ajaran yang ada dalam setiap permainan ini merupakan pintu masuk untuk menjadi generasi yang bisa diandalkan oleh bangsa kita. Hal ini  sejalan dengan tujuan dan  ajakan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Revitalisasi Gerakan Pramuka yaitu, Perkuat gerakan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. Diharapkan dengan diterapkan Alimpaido dalam kegiatan pramuka dapat membentuk karakter bangsa yang kuat, unggul dan berprestasi. Permainan tradisional rakyat yang dilakukan dalam kegiatan pramuka merupakan bukti nyata pendidikan Pendidikan Pramuka yang Berkarakter. ***

Mengangkat Kearifan Budaya Lokal dalam kegiatan Kepramukaan


Eksplorasi dan Inovasi terhadap kekayaan luhur budaya bangsa Indonesia banyak dilakukan dalam berbagai bidang, tak terkecuali juga dalam kegiatan kepramukaan, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga eksistensinya terkait dengan adanya pengaruh budaya asing yang masuk di era globalisasi sekarang ini. Ruang gerak eksplorasi dan pengkajian kearifan budaya lokal pun menjadi tuntutan tersendiri bagi pengembangan gerakan kepramukaan di berbagai daerah dan bagi eksplorasi khasanah budaya bangsa Indonesia.



LALU APA SIH KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM) ITU????
Hmm mungkin kita pernah mendengar kata-kata tersebut di surat kabar, majalah, televisi maupun radio. Dalam pengertian kamus, kearifan lokal (local wisdom) terdiri dari dua kata: kearifan (wisdom) dan lokal (local), dalam Kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hassan Syadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom (kearifan) sama dengan kebijaksanaan. Baiklah, secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Sejatinya, kearifan lokal merupakan suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus-menerus dalam kesadaran masyarakat, sedangkan kebudayaan dipandang sebagai manifestasi kehidupan setiap orang atau kelompok orang yang selalu mengubah alam. Kegiatan manusia memperlakukan lingkungan alamiahnya, itulah kebudayaan.
            Sulit dipungkiri, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini membawa dampak yang sangat besar terhadap pola pikir generasi muda kita saat ini, begitupun dalam berkegiatan pramuka. Anak zaman sekarang lebih senang bermain Play Station, Nge-Net di Warnet ataupun BBM –an dibandingkan harus ikut latihan pramuka yang dilaksanakan di gugus depan masing-masing. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar anak-anak pramuka menjadi bergairah mengikuti kegiatan pramuka???
Salah satu wujud dari kepedulian kita terhadap nilai-nilai luhur dalam Janji dan Kode Moral Pramuka, adalah dengan menjunjung tinggi Trisatya dan Dasa Dharma yang tercermin dalam kecintaan terhadap Seni & Budaya Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa nilai-nilai moral dalam kegiatan berkesenian dan berbudaya  ternyata dapat membentuk pola pikir atau perilaku bangsa ini. Dengan demikian diharapkan dengan adanya pemahaman dan penerapan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam kegiatan kepramukaan dapat membawa angin segar dan atmosfir baru bagi bangsa ini.  
Siapa yang tidak mengenal sosok Kak Dede Yusuf, beliau seorang figur Pramuka Sejati yang selalu menginginkan pramuka tampil di garda depan di dalam kegiatan apapun, bahkan beliau menginginkan sebuah Pencitraan baru terhadap Pramuka masa kini. Hmmm berikut ini saya mengutip kata-kata beliau yang disampaikan pada saat Peringatan HUT ke-49 Gerakan Pramuka Jawa Barat Tahun 2010 lalu didepan Monumen Juang Jawa Barat.                      Tujuannya tentu agar adik-adik Pramuka mulai dari usia dini tertarik untuk berprestasi dan mengembangkan diri dalam kegiatan-kegiatan seni budaya. Bukankah pembangunan karakter dan kecakapan generasi muda di dalamnya juga pengembangan jiwa dan kreasi seni budaya. Dengan begitu, para Pramuka bukan saja cakap dalam bidang iptek dan pengetahuan sosial, tapi juga punya naluri dan kreasi seni budaya tinggi. Yang lebih penting lagi, pengembangan seni budaya di kalangan Pramuka merupakan agenda strategis pencitraan baru Pramuka yang modern, mandiri, dan bertanggung jawab. Harus kita hilangkan kesan bahwa Pramuka tidak menarik lagi di kalangan anak muda karena dianggap ''jadul''. Saya akan terus mendorong agar Pramuka masa kini dan ke depan adalah pribadi yang unggul, keren, beken, dan trendi. Mengapa tidak?
Sangat jelas bukan pesan yang disampaikan oleh Kak Kwarda, Kak Dede Yusuf. Oleh sebab itulah kita dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan penemuan-penemuan yang baru. Manusia tidak hanya membiarkan diri dalam kehidupan lama melainkan dituntut mencari jalan baru dalam mencapai kehidupan yang lebih manusiawi. Dasar dan arah yang dituju dalam pengembangan  kebudayaan adalah manusia itu sendiri sehingga humanisasi menjadi kerangka dasar dalam strategi kebudayaan. Atas dasar itu lah, saya beranggapan bahwa diharapkan kegiatan pramuka tidak hanya monoton itu-itu saja, banyak hal yang bisa kita gali dan kembangkan, serta kita bisa menggunakan pendekatan seni budaya dengan mengangkat kearifan budaya lokal kepada peserta didik dalam kegiatan kepramukaan. ***